Samudera tempat gelombang mendorong, menarik, dan menghempas tanpa bisa kau atur. Apalagi kau kuasai.
Tempat di mana arus mengantar takdir untuk sampai ke akhir yang tak seorang pun tahu kecuali Dia.
Lautan hanya bisa kau arungi. Tak pernah ada yang berkuasa menjinakkannya. Lautan hanya bergerak, menaik-turunkan gelombangnya sesuai dengan perintah-Nya.
Berharap entah di mana di luar sana kamu baca ini. Though it’s an extremely long shot. Atau paling tidak di sini jadi tempat aku untuk sekedar belajar menerima kenyataan. Dan menjadi lebih sadar diri.
What we had was so damn deep, though it happened in a very short time. We both got too carried away. It was so so beautiful. At least that’s what I thought. Dan kemudian kamu tiba-tiba menghilang. Orang bilang aku di ‘ghosting’. Well, yeah. What a lovely warm loving ghost you were, Za.
Mereka bilang cinta adalah jembatan menuju apapun. Lalu akan ke mana cinta ini membawaku?
Cinta. Ia datang tanpa paksaan. Ia datang tanpa bisa dihalangi. Ia jadi ada bukan karena diusahakan. Bukan pula ada karena terbiasa. Aku tak percaya ini. Sekali pun kau memiliki paras rupawan tak lantas semua manusia jatuh cinta padamu. Sekali pun tatapan mata cokelat terangmu mempesona tak lantas hati mereka berdebar karenanya. Tidak seperti hatiku yang seolah lupa berdetak saat mataku menangkap tatapanmu.
Cinta datang sebagai anugerah. Ia tak sembarang hadir di lubuk hati. Tuhan yang Maha Tahu-lah yang menyematkannya. Maka dari itu aku tak punya daya maupun kuasa untuk menghentikannya. Aku terima anugerah ini dengan ikhlas. Lalu, apakah Tuhan menyematkan cinta yang sama dihatimu?
Ia mengalir dengan tenang dan perlahan, lalu terangkum utuh tak terbantah.
Kemarin sore hingga malam hujan sangat deras dan jalur pulang katanya sedang banjir, jadilah saya menunggu waktu cukup lama untuk pulang. Walhasil saya menghabiskan waktu mengobrol dengan sahabat, pemilik tempat saya mengajar, yang sudah saya anggap seperti kakak sendiri.
Di obrolan kali itu saya menceritakan bahwa baru-baru ini saya mendapatkan semacam sudut pandang utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi pada pernikahan saya yang, alhamdulillah, berakhir cerai. Sungguh luar biasa, bagaimana ‘seseorang’ bisa mengkondisikan/memanipulasi/memprovokasi orang-orang di lingkar inti dalam hidup saya (termasuk orang-orang di lingkungan sekitar saya lainnya), lalu menjebak dan menyeret saya ke dalam sebuah pernikahan hanya untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari aib yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya maupun keluarga saya. Saya tidak akan berpanjang lebar bercerita soal ini di sini, meski saya pribadi tidak keberatan orang-orang dekat yang sudah tahu, menyampaikan kisah saya ini kepada orang lain, selama menyampaikannya pada orang yang tepat. I truly know how wise you all are.
Mediterranean vibe holiday house at puncak, Bogor.
This place is so great that two days stay is not enough to enjoy the place. The light at night, the Mediterranean vibe, spacious open space. All is so breathtakingly wonderful. You’ll have no regret staying for week long in a place like this. Amazing place to get yourself free from routine for a while.
As expected, Dee Lestari novels always captivated me. I’m amazed by her ability of stringing words to parse complicated understandings into a more easy to grasp sentences. All those theories about dream world are laid out clearly so the story could easily be enjoyed. The spiritual journey of the main character that become the basic plot gave the novel plenty of room to make the twist and turn that offer me thrills.
I’m not sure you can call this a book review but I’m gonna put this post in my review category anyway. I’ve just finished reading ‘Kafka on the Shore’. Rather than sharing my opinion, I want to share my experience in reading it. That’s why I doubt that my post can be called a review. I should warn you this blog contains bits of spoilers.
This is my first blog in English. I’m not an English native speaker. I hope my writing can be understood equally to what I meant to convey. I do speak American English rather fluent yet I’m still not sure able to pick the correct words for certain gist. I may pick up a wrong word. So please spare me for any misleading words. Feel free to correct me if I’m wrong in the comment section.
Masih lebih baik baca buku seken dari pada buku bajakan. Setuju ga?
Belakangan banyak baca buku yang kurang pas di hati dan kurang bisa ngasih ‘nutrisi’ untuk otak penulis cupu seperti saya. Kalau pikiran dianalogikan seperti roda truk, pikiran saya rasanya seperti diganjal batu kali super besar yang membuatnya tidak bisa menggelinding maju. Mogok sambil bawa beban berat. Setiap selesai baca buku-buku itu, bawaannya kesal dan kecewa. Bukannya terinspirasi apalagi tercerahkan. Otak malah jadi mampet.
Saking kesalnya, saya langsung coba cari buku yang penulisnya bagus-bagus. Buku baru mereka harganya juga bagus. Ga pas dengan isi kantong saya yang ga seberapa dan berebutan dengan pengeluaran yang lebih penting. Beli buku cuma masuk kategori kebutuhan tersier. Jadi tidak mungkin berboros-boros. Beruntunglah ketemu tawaran buku bekas yang harganya cuma 45 ribu saja. Bukunya Dee Lestari, Aroma Karsa. Buku yang sudah lama pengen dibaca. Ga pikir panjang lagi, langsung beli.